Header AD

Jenis-Jenis Fintech (Teknologi Finansial)

Jenis-Jenis Teknologi Finansial

Kebutuhan finansial masyarakat kini terfasilitasi dengan pesatnya perkembangan financial technology (fintech) di Indonesia. Kehadiran berbagai perusahaan fintech merupakan inovasi di sektor jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menjangkau konsumen sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. 

Berdasarkan laporan fintech dailysocial.id yang diliput oleh OJK, industri fintech Indonesia mencapai nilai transaksi 182,3 juta dolar AS atau sekitar 2,3 triliun Rp 57% dari nilai transaksi didominasi oleh fintech jenis Kredit.

Jenis-Jenis Fintech (Teknologi Finansial)


4 Jenis Fintech (Financial technology)  

Financial Technology dapat berupa model bisnis, aplikasi, proses atau produk yang terkait dengan penyediaan layanan keuangan. Keberagaman kebutuhan keuangan masyarakat tentunya menciptakan fintech yang berbeda dengan layanan yang berbeda pula. Lembaga pengawasan dan rekomendasi keuangan internasional atau Financial Stability Board (FSB) membagi fintech menjadi empat kategori. Apa pun? Simak ulasan berikut ini. 

  • Payments, Clearing, and Settlement Jenis ini menyediakan layanan sistem pembayaran online melalui dompet elektronik atau uang digital. Sistem ini diterapkan baik oleh bank maupun lembaga keuangan non bank. Dokumenter, Sakuku BCA, T-cash, Go-pay dan Ovo adalah beberapa contoh fintech jenis ini yang sudah kita kenal. 
  • Deposito, pinjaman dan peningkatan modal (deposito, pinjaman dan penggalangan dana). Inovasi fintech yang paling umum di bidang ini adalah crowdfunding, platform pinjaman P2P, dan pinjaman gaji. Jenis volume pinjaman Fintech P2P ini menghubungkan pemberi pinjaman (investor) dengan pencari pinjaman dalam satu platform. Peminjam dapat dibiayai oleh dana yang telah dikumpulkan oleh beberapa investor. Investor selanjutnya ikut mengambil untung dari dana yang dipinjamkan olehnya. Beberapa contoh fintech jenis ini adalah Modalku, Investree, Akseleran, dan UangTeman. 
  • Market Provisioning/Aggregator Peran agregator adalah mengumpulkan berbagai informasi pasar yang dapat digunakan oleh konsumen sesuai kebutuhan. Fintech jenis ini menawarkan perbandingan produk mulai dari harga, fitur, hingga manfaat. Tentunya layanan ini memudahkan kita dalam mengambil keputusan dengan lebih efisien daripada harus mencari janji temu secara terpisah. Contohnya Cekaja, Cermati, KreditGogo dan lain-lain. 
  • Investasi dan manajemen risiko Layanan fintech jenis ini dapat berupa perencanaan atau saran keuangan, platform perdagangan online, dan asuransi. Jika Anda memiliki rencana keuangan, layanan ini menjadi sangat penting sebagai sarana edukasi. Kami jelaskan yang penting dari segi proses, kelebihan dan kekurangan, kualitas dan model investasi yang cocok agar tidak merugikan. Platform perdagangan online atau e-trading menawarkan orang kesempatan untuk perlahan-lahan berinvestasi di semua jenis aset melalui komputer. Contoh fintech jenis ini adalah Bareksa, Finansialku, TanamDuit, Cekpremi dan Rajapremi. 
Inilah empat jenis fintech yang perlu kita ketahui. Dari sisi regulasi, industri tekfin harus didaftarkan ke OJK dan ditemukan. OJK dan BI telah melakukan sejumlah langkah, termasuk menutup kebijakan fintech yang tidak terdaftar atau ilegal, untuk memastikan perlindungan konsumen.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 2